Monday, January 16, 2017

Konsep Dasar Sistem Informasi

Pengertian Sistem

Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk melakukan suatu sasaran tertentu (jerry Fitz, dkk “Fundamental of System Analysis”).

Komponen-komponen atau sub-sub sistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri lepas sendiri-sendiri. komponen atu sub saling berinteraksi dan saling berhubungan dan membentuk suatu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai.
Sifat Dan Karakter Sistem

1. Komponen Sistem (Components)
Suatu sistem terdapat atas sejumlah komponen yang berinteraksi atau berkomunikasi yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

2. Batas Sistem (Boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem satu dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukan ruang lingkup (Scope) dari sistem tersebut.

3. Lingkungan Luar Sistem (Environments)
LIngkungan luar adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.

4. Penghubung Sistem (Interface)
Penghubung merupakan media antara suatu subsistem dengan subsistemyang lainya, Dengan penghubung satu subsistem yang lainya membentuk satu kesatuan.

5. Masukan Sistem (Input)
Masukan adalah energi yang di masukan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan signal (signal input).

6. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan di klasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa Pembuagan.

7. Pengelolaan Sistem (Process)
Suatu Sistem dapat mempunyai bagian pengelolaan yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8. Sasaran Sistem (Objectives) atau tujuan (Goal)
Suatu sistem pasti mempunyai sasaran atau tujuan. jika sistem yang tidak mempunyai tujua dan sasaran maka operasi sistem tidak akan ada gunaya, sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan di hasilkan sistem. suatu sistem akan di katakan berhasil jika mengenai sasaran atau tujuan.

Klasifikasi Sistem

Sistem dapat di kalasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Sistem Abstrak (Abstrak System) dan Sistem Fisik (Physical System)
Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.
Sistem Fisik adalah sistem yang tampak berupa fisik.
  • Sistem Alamiah
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang di rancang oleh manusia.
  • Sistem Tertentu (Deterministic System) dan sistem tak tentu (probabilistic system)
Sistem tertentu beroprasi dengan tingkah laku yang sudah dapat di prediksi. Sistem tak tentu adalah kondisi masa depanya tidak dapat di prediksi mengandung unsur probabilitas.
  • Sistem Tertutup (closed System) dan sistem terbuka (open System)
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.

Sistem yang baik harus di rancang sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup, karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanay untuk pengaruh yang baik saja.
Konsep Dasar Sistem Informasi

Secara umum, data dapat didefinisikan sebagai hasil dari pengolahan fakta yang jauh lebih berharga ditambah jauh lebih bermakna untuk penerima informasi yang menjelaskan kesempatan nyata yang digunakan untuk pengambilan penentuan keputusan. Informasi dapat berupa fakta yang telah diberi label atau mungkin diproses atau dilihat dan berkaitan dengan memanfaatkan dalam tindakan yang melibatkan penentuan pengabilan keputusan.

Pengertian data dari sudut pandang yang berbeda
  1. Menurut Kamus Bahasa Inggris-indonesia, Data di terjemahkan sebagai istilah yang berasal dari kata “datum”
  2. yang berarti fakta atau bahan-bahan keterangan.
  3. Dari usdut pandang bisnis, “Business data is data organizations description of things (resource) adn events
  4. (transactions) that it faces” jadi data dalam hal ini di sebut sebagai data bisnis, merupakan deskripsi
  5. organisasi tentang sesuatu (resource) dan kejadian (transactions) yang terjadi.
  6. Pengertian yang lain mengatakan bahwa “data is the description of thing and event that we faces”
  7. Data merupakan deskripsi dan sesuatu kejadian yang sedang kita hadapi.
  8. Gordon B. Davis Dalam bukunya Manegement
  9. Information System. Conceptusl Foundations, Structures, and Development menyebut data sebagai bahan mentah dari informasi yang dirumuskan sebagai lambang-lambang tidak acak yang menunjukan jumlah atau tindakan-tindakan atau hal-hal lain.
Data berbentuk dari karakter, dapat berupa alfabet, angka maupun simbol khusus seperti *$ dan / di susun untuk di olah dalam bentuk struktur data, struktur file, dan basis data.

Informasi ibarat darah yang mengalir dalam suatu organ tubuh jadi informasi ini sangat penting di dalam suatu organisasi. Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh, kerdil dan akan berakhir.
Sikus Informasi

Pengelolaan data menjadi suatu sistem informasi dapat di gambarkan sebagai sebuah siklus yang berkesinambungan. Secara sederhana dapat di katakan bahwa data diolah menjadi sistem informasi dan pada tahap selanjutnya sebuah informasi akan menjadi data untuk sebuah informasi lainya.
Kualitas Informasi

Kualitas Suatu Informasi (Quality Of Information) sangat di pengaruhi dan di tentukan oleh 3 hal yaitu :

Akurat (accurate)

Akurat Berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan, tidak tidak bisa atau tidak menyesatkan dan harus jelas mencerminkan maksudnya.

Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah sistem informasi yaitu :
Kelengkapan (completennes) Informasi;
Kebenaran (correctness) Informasi;
Keamanan (scurity) Informasi;

Tepat Waktu (Timeliness)

Informasi yang datangnya terlambat, tidak akan mempunyai nilai yang berkualitas baik, dan kemudian jika di gunakan sebagai acuan dalam pengambilan suatu keputusan maka dapat menimbulkan kesalahan yang terjadi dalam tindakan yang di ambil.

Relevan (relevance)

Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya.

Nilai Informasi

Nilai suatu informasi berhuubungan dengan keputusan. Hal ini berarti bahwa bila tidak ada pilihan atau keputusan informasi menjadi tidak di perlukan. Keputusan dapat berkisar dari keputusan berulang yang sederhana sampai keputusan strategis jangka panjang.

Parameter untuk mengukur sebuah nilai informasi tersebut dapat di tentukan dari dua hal pokok yaitu :
  • Manfaat (Use)
  • Biaya (Cost)
Suatu Informasi di katakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif di bandingkan dengan biaya untuk mendapatkanya dan sebagian besar informasi tidak dapat tepat di taksir keuntunganya dengan satuan nilai uang tetapi dapat di taksir nilai efektivitasnya.
Komponen Sistem Informasi

Menurut John Burch dan Gary Grudnitski mengemukakan bahwa sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang di sebut dengan istilah blok bangunan (building blokck) yaitu :

1. Blok Masukan (Input Blokck)

Blok masukan dalam sebuah sistem informasi meliputi metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan di masukan dapat berupa dokumen-dokumen dasar.

2. Blok Model (Model Block)

Blok model ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dam model matematik yang berfungsi memanipulasi data untuk keluaran tertentu.

3. Blok Keluaran (Output Block)

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi (Tecnology Block)

Teknologi blok digunakan untuk menerima masukan menjalankan Model dan akses data dan mengirimkan output dan menghasilkan sesuatu yang membantu mengontrol sistem secara keseluruhan. Teknologi blok adalah komponen yang membantu mempercepat proses yang terjadi dalam sistem.

5. Blok Basis Data (Database Block)


Adalah kumpulan data yang berhubungan satu sama lain, disimpan dalam perangkat keras komputer dan perangkat lunak komputer untuk memanipulasinya.

6. Blok Kendali (Contrils Blok)


Meliputi masalah pengendalian terhadap operasional sistem yang berfungsi mencegah dan menagani kesalahan dan kegagalan sistem.

Perangkat Lunak (Software)

perangkat lunak (software) komputer adalah sekumpulan data elektronik yg disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yg disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yg akan menjalankan suatu perintah. Perangkat lunak disebut juga sebagai penerjemah perintah-perintah yg dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan atau diproses oleh perangkat keras. Melalui software atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah.

Fungsi Perangkat Lunak (Software)

Ada beberapa fungsi dari perangkat lunak (software) diantaranya:
Fungsi perangkat lunak (software) adalah memproses data atau perintah / instruksi hingga mendapat hasil atau menjalankan sebuah perintah perintah.
Berfungsi sebagai sarana interaksi yg menghubungkan atau menjembatani pengguna komputer (user) dengan perangkat keras.

3 Golongan Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak ini dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:


1.Sistem Operasi
Software sistem operasi merupakan suatu software komplek yg mempunyai banyak fungsi.
  • Fungsi yg pertama adalah untuk mengatur semua perangkat keras komputer yang terhubung dengan CPU.
  • Fungsi yang kedua adalah menerjemahkan segala aktivitas pemakai kepada CPU agar segala yang diperintahkan oleh pemakai dapat dikerjakan oleh CPU.
  • Fungsi yang ketiga adalah mengatur semua proses yg terjadi di dalam CPU.
  • Sistem operasi juga berfungsi sebagai tempat atau platform untuk menjalan suatu software aplikasi. Contoh program berbasis windows hanya dapat dijalankan di pada sistem operasi windows tidak dapat dijalankan di linux kecuali menggunakan program converter.
Saat ini sudah terdapat berbagai jenis software sistem operasi yg dapat di gunakan seperti dari perusahaan yg paling terkenal sebagai pembuat sistem operasi yaitu “Microsoft” yg dimiliki oleh orang terkaya didunia “Bill Gates” dan beberapa produk yg sudah diluncurkan di antaranya adalah Microsoft Windows (Windows 98, Windows 2000, Windows XP, dan Windows Vista, Windows 7 dan Windows 8) sedangkan pesaingnya ada dari Linux (Mandrake, Ubuntu, dan Redhat) dan juga dari Apple.

2. Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman (programming language) adalah bahasa yg digunakan untuk membuat program itu sendiri. Ada banyak bahasa pemrograman contohnya Bahasa C, C++, Visual Basic, Pascal, Borland, HTML, PHP, JAVA, dan masih banyak lagi. Untuk menunjang pembuatan harus menggunakan perangkat lunak yang digunakan untuk merancang atau membuat program sesuai dengan struktur dan metode yang dimiliki oleh bahasa program itu sendiri.

3. Program Aplikasi
Program aplikasi merupakan software yang mempunyai fungsi khusus sesuai dengan tujuan pembuatannya. Program aplikasi merupakan software yang banyak digunakan untuk membantu menyelesaikan tugas tertentu, seperti untuk membuat surat, mendengarkan musik, menonton film, menghitung sejumlah angka, dan masih banyak lagi. Contoh program aplikasi seperti Microsoft word, excel, power point, Winamp, Media player classic, calculator, dll.

Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah teknologi informasi), mulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti, sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang dikenal dengan nama internet.


1. MASA PRASEJARAH 


Pada zaman ini, teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh manusia berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang manusia kenal. Untuk menggambarkan informasi yang diperoleh, mereka menggambarkannya pada dinding-dinding gua tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa ini, manusia mulai mengidentifikasi benda-benda yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, kemudian melukiskannya pada dinding gua tempat tinggalnya. Awal komunikasi mereka pada zaman ini hanya berkisar pada bentuk suara dengusan dan menggunakan isyarat tangan. Pada zaman prasejarah mulai diciptakan dan digunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, dan isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.


Piktografi
a. 3000 SM

Untuk yang pertama kali, tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk daripiktografi sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi (penyebutan) yang berbeda sehingga mampu menjadi kata, kalimat, dan bahasa.

Hieroglif
b. 2900 SM

Pada 2900 SM, bangsa Mesir Kuno menggunakan huruf hieroglif. Hieroglif merupakan bahasa simbol, dimana setiap ungkapan diwakili oleh simbol yang berbeda. Jika simbol-simbol tersebut digabungkan menjadi satu rangkaian, maka akan menghasilkan sebuah arti yang berbeda. Bentuk tulisan dan bahasa hieroglif ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.

Serat Papyrus
c. 500 SM

Pada 500 SM, manusia sudah mengenal cara membuat serat dari pohon papyrus yang tumbuh di sekitar sungai Nil. Serat papyrus dapat digunakan sebagai kertas. Kertas yang terbuat dari serat pohon papyrus menjadi media untuk menulis atau media untuk menyampaikan informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya juga digunakan sebagai media informasi.

Kertas
d. 105 M

Pada masa ini, bangsa Cina berhasil menemukan kertas. Kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina pada masa ini adalah kertas yang kita kenal sekarang. Kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring, dicuci, kemudian diratakan dan dikeringkan. Penemuan ini juga memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan sistem cap.


2. Masa Modern (1400 M s.d. Sekarang)
a. Tahun 1455

Pada 1455, untuk pertama kalinya Johann Gutenberg mengembangkan mesin cetak dengan menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi dan dapat diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu.

b. Tahun 1830

Augusta Lady Byron menulis program komputer yang pertama di dunia. Ia bekerja sama dengan Charles Babbagemenggunakan mesin analytical yang didesain sehingga mampu memasukkan data, mengolah data, dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama, walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital.

c. Tahun 1837

Telegraf dan Penemunya (Samuel Morse)

Samuel Morse mengembangkan telegraf dan bahasa kode morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Morse menggunakan kode-kode sederhana untuk mewakili pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan menggunakan pulsa listrik melalui kabel tunggal. Namun sinyal-sinyal yang dapat dikirim dengan baik hanya berada dalam jarak 32 km. Untuk jarak yang lebih jauh, sinyal-sinyal yang diterima menjadi terlalu lemah untuk direkam. Kemudian, Morse membangun peralatan relai yang ditempatkan di setiap 32 km dari stasiun sinyal. Relai tersebut berfungsi untuk mengulangi sinyal yang diterima dan mengirimnya kembali ke 32 km berikutnya. Relai terdiri dari sakelar yang dioperasikan secara elektromagnetik. Sistem telegraf kemudian segera digunakan untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman pesan secara cepat untuk jarak yang jauh, seperti surat kabar dan pesan untuk perjalanan kereta api.

d. Tahun 1877

Pada 1877, Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan telepon yang dipergunakan pertama kali secara umum. Pada 1879, sistem pemanggilan telepon mulai menggunakan nomor yang menggantikan sistem pemanggilan nama. Hal ini untuk mencegah operator yang tidak mengenal semua pelanggan. Sistem penomoran telepon menggunakan huruf dan angka, dimana nomor telepon menggunakan sistem dua huruf dan lima digit angka.

Kartu Perforasi

e. Tahun 1889

Pada 1889, Herman Hollerith menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus yang dilakukan pada 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro Sensus tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.

f. Tahun 1931

Pada 1931, Vannevar Bush membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.

g. Tahun 1939

Pada 1939, Dr. John V. Atanasoff dan dibantu oleh Clifford Berry berhasil menciptakan komputer elektronik digital pertama. Sejak saat ini, komputer terus mengalami perkembangan sehingga menjadi semakin canggih. Mengenai sejarah perkembangan komputer ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

ARPANET
h. Tahun 1973 – 1990

Pada masa ini, istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper tentang TCP/IP. Secara harfiah, internet (interconnected networking) diartikan sebagai rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Rangkaian pusat yang membentuk internet diawali pada 1969 sebagai ARPANET yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET di antaranya adalah kaedah rangkaian tanpa pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).

Pada 1981, National Science Foundation mengembangkan backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan.

Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal sekarang. Kemudian pada 1986, IETF mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi di antara DARPA, ARPANET, DDN, dan Internet Gateway. Pada 1990-an, internet telah berkembang dan menyambungkan banyak pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.

i. Tahun 1991 – Sekarang

Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN memungut bayaran dari para anggotanya untuk menanggulangi biaya operasionalnya. Pada 1992, mulai terbentuk komunitas internet dan diperkenalkannya istilah World Wide Web (www) oleh CERN. Pada 1993, NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), jasa registrasi (oleh Network Solution Inc), dan jasa informasi (oleh General Atomics/CERFnet). Pada 1994, pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah ke dalam berbagai segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Pada 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di backbone. Langkah ini memulai pengembangan teknologi informasi, khususnya internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.

Manajemen Paket Ubuntu : apt

APT (Advanced Package Tool) adalah sistem yang sangat canggih untuk mengelola paket di sistem operasi keluarga Debian. APT terdiri dari sejumlah program (bisa dibaca di bawah) yang punya tugas sendiri-sendiri untuk mengelola. Tugas utama APT adalah menemukan dependensi, yang diserahkan kepada program apt-get. Sedangkan yang lainnya adalah program-program yang menunjang penemuan dependensi tersebut baik dari segi security (terdapat dua program untuk itu) maupun segi manfaat teknis (seperti apt-cdrom, apt-config). APT adalah free software berlisensi GNU GPL.

Program-Program APT

Advanced Package Tool memiliki sejumlah perintah yang ditugaskan untuk mengelola paket di suatu sistem Debian atau keturunan Debian (seperti Ubuntu). Masing-masing perintah merupakan program tersendiri. Di antara mereka adalah:
apt-get
apt-cache
apt-cdrom
apt-config
apt-key
apt-mark
apt-secure
apt-sortpkgs

Di Ubuntu (atau Debian) versi terbaru, misalnya 16.04 Xenial Xerus (atau 8 Jessie), APT memiliki perintah apt tersendiri yang bisa melakukan manajemen paket dan konfigurasi. Adapun program yang paling umum digunakan pengguna akhir adalah apt-get. Tulisan ini berbicara mengenai apt-get.

Reload Repositori

# apt-get update

Perintah ini berfungsi untuk me-reload atau mengunduh daftar isi dari repositori yang dipilih oleh sistem. Perintah ini tidak akan meng-upgrade atau menginstal paket apa pun. Jika berkas /etc/apt/sources.list telah disetel sesuai kebutuhan Anda, maka perintah ini adalah wajib dijalankan satu kali. Perintah ini sesungguhnya akan mengunduh daftar isi berupa berkas-berkas teks yang banyak (lihat output di atas dari baris ke baris) ke dalam direktori /var/lib/apt/lists/ dari repositori yang ditunjuk oleh sources.list. Satu kali saja sistem Anda sudah memiliki daftar isi, maka perintah ini sudah tidak dibutuhkan lagi kecuali Anda mengubah setelah sources.list. Perintah apt-get install baru bisa dilakukan jika sistem Anda sudah memiliki daftar isi dari repositori yang disetel dalam sources.list.

Instal Paket
# apt-get install <nama_paket>

Perintah apt-get install bekerja dengan cara membaca alamat repositori yang sudah tersimpan di dalam sistem. Apt-get akan membaca nama paket yang Anda minta, mencocokkannya dengan database dpkg (/var/lib/dpkg/status) untuk mencari dependensi dari paket tersebut, lalu mencocokkannya dengan database APT di dalam sistem Anda, lalu berdasarkan daftar isi repositori yang sudah dimiliki sistem Anda, apt-get akan mengunduhkan seluruh paket beserta dependensinya. Di bagian akhir kerja, apt-get akan memanggil dpkg untuk melakukan instalasi paket-paket yang diperoleh satu per satu. Jika dpkg selesai kerja dengan sukses, apt-get akan mengembalikan command line Anda ke prompt. Demikian secara singkat bagaimana apt-get install bekerja.

Hapus Paket

# apt-get remove <nama_paket>

Perintah apt-get remove bertugas membaca permintaan paket Anda, mencocokkannya dengan database, lalu akhirnya apt-get memanggil dpkg untuk menghapus tepat paket yang Anda minta saja. Perintah apt-get remove tidak menghapus dependensi yang datang bersama diinstalnya paket yang Anda minta.

Upgrade Seluruh Paket
# apt-get update
# apt-get upgrade
# apt-get dist-upgrade

Upgrade di sini adalah upgrade terhadap seluruh software yang terinstal secara otomatis ke versi terbarunya masing-masing. Bayangkan Anda punya Firefox, LibreOffice, Thunderbird, Nautilus, dan lain-lain versi lawas. Dengan upgrade, Anda otomatis memperoleh versi baru dari semua software tanpa perlu upgrade satu-satu. Upgrade di sini adalah upgrade versi seluruh paket terinstal. Itulah yang dimaksud dengan upgrade di sini.

Perintah pertama memastikan sistem Anda memiliki seluruh daftar isi dari repositori yang disetel di source.list, kemudian perintah kedua melakukan upgrading terhadap tiap-tiap paket yang terinstal ke versi paket-paket terbaru yang tersedia di repositori, kemudian perintah ketiga akan melakukan clean up (pembersihan) otomatis jika terdapat sejumlah error atau kekurangan tertentu. Perintah-perintah ini tidak meng-upgrade versi Ubuntu Anda menjadi versi baru (mis. 15.10 ke 16.04) tetapi hanya mengupgrade seluruh paket-paket terinstal ke paket-paket versi baru yang tersedia di repositori (mis. Firefox 40 ke Firefox 41).

Upgrade Versi Rilis Ubuntu

# do-release-upgrade

Perintah ini bukan bagian dari APT melainkan bagian dari paket ubuntu-release-upgrader-core tambahan dari Canonical. Pembuat perintah ini adalah Michael Vogt dan lain-lain. Perintah ini akan membaca kesediaan versi Ubuntu Anda apakah bisa melakukan upgrade versi atau tidak, lalu akan melakukan sejumlah aksi upgrade ke versi Ubuntu terbaru tersebut.

Hapus APT Cache

# apt-get clean

Perintah ini menghapus semua berkas paket .deb di dalam /var/cache/apt/archives dan /apt/cache/apt/archives/partial (direktori APT cache). Pada sistem yang ruang partisinya sempit, umumnya perintah ini berguna untuk membebaskan banyak ruang partisi (karena semakin banyak .deb di dalam APT cache = semakin banyak ruang termakan).

Manajemen Paket Ubuntu : dpkg


Tentang Dpkg

Dpkg (nama program: dpkg) adalah program manajer paket (package manager) yang berasal dari sistem operasi Debian. Dpkg asalnya dibuat dalam bahasa Perl oleh Ian Murdock (bapak Debian) beserta rekan-rekannya. Di sebuah distribusi GNU/Linux, dpkg yang bertugas menginstal paket sementara apt yang bertugas mencari depedensi. Format paket yang dikenal oleh dpkg adalah .deb. Dpkg digunakan secara internal, yakni hanya di dalam sistem operasi dan tidak berhubungan dengan repositori di luarnya. Berbeda dengan apt yang bekerja secara eksternal, berhubungan dengan repositori di luar sistem. Tulisan ini membahas tentang dpkg.


Melihat Daftar Paket

Dpkg bisa menayangkan seluruh paket terinstal di dalam sistem dengan perintah:
$ dpkg --list

Instal Paket

Dpkg tugas utamanya adalah menginstal paket dan perintahnya adalah:
# dpkg --install <nama_paket>

Hapus Paket

Dpkg selain menginstal, harus bisa menghapus paket yang sudah terinstal. Perintahnya adalah:
# dpkg --remove <nama_paket>

Contoh Penggunaan
Berikut ini contoh penggunaan paling sering dilakukan atau paling esensial sehari-hari bagi pengguna akhir. Disebutkan contoh langsung agar pembaca mudah memahami.

1. Instal Paket

Intisari tugas dpkg adalah menginstal paket satu per satu. Misalnya pembaca ingin menginstal program fping yang paket itu bisa diperoleh dari packages.ubuntu.com, maka perintah untuk menginstal paket fping tersebut ialah

# dpkg --install fping_3.13-1_i386.deb

Contoh output:

master@master:~$ sudo dpkg --install fping_3.13-1_i386.deb [sudo] password for master: Selecting previously unselected package fping. (Reading database ... 265493 files and directories currently installed.) Preparing to unpack fping_3.13-1_i386.deb ... Unpacking fping (3.13-1) ... Setting up fping (3.13-1) ... Processing triggers for man-db (2.7.5-1) ... master@master:~$

2. Hapus Paket

Setelah menginstal, pengguna mungkin ingin menghapus paket terinstal. Contoh di atas paket fping sudah diinstal maka bisa dihapus. Perintahnya seperti ini:

# dpkg --remove fping_3.13-1_i386.deb

Contoh output:

master@master:~$ sudo dpkg -r fping (Reading database ... 265502 files and directories currently installed.) Removing fping (3.13-1) ... Processing triggers for man-db (2.7.5-1) ... master@master:~$

3. Instal Banyak Paket Bersamaan

Dpkg mampu menginstal banyak paket bersamaan di dalam sebuah direktori. Artinya, pengguna tidak perlu mengetik satu per satu nama paket yang mau diinstal (bayangkan jika ada 1000 nama paket) melainkan cukup ketik 1 karakter seperti ini:

# dpkg -i *.deb

Keterangan: perintah di atas maksudnya menyuruh dpkg untuk menginstal seluruh paket .deb di satu direktori yang sama. Selalu pastikan Anda tahu di mana direktori Anda saat ini dengan perintah pwd.

4. Memeriksa Terinstal Tidaknya Suatu Paket

Opsi --list bisa digunakan di sini digabung dengan grep seperti:
dpkg --list | grep -i fping

Contoh output:
master@master:~$ dpkg --list | grep -i fping ii fping 3.13-1 i386 sends ICMP ECHO_REQUEST packets to network hosts master@master:~$

Keterangan: baris perintah di atas menyambungkan perintah pertama kepada perintah kedua. Perintah pertama meminta seluruh daftar paket terinstal di dalam sistem, di tengah-tengahnya ada pipeline (|) penyambung perintah, perintah kedua menyaring output perintah pertama supaya hanya menampilkan baris yang berisi nama "fping". Opsi -i membuat grep tidak melihat huruf kecil/besar. Output di atas memberikan informasi bahwa paket bernama fping terinstal (ii) dengan versi 3.13-1. Aktivitas perintah ini sama persis dengan tampilan daftar paket di Synaptic Package Manager dan semisalnya.

5. Memeriksa Versi Paket Terinstal

Sama dengan poin 4 di atas.
dpkg --list | grep -i fping

Sumber

Manajemen Paket Ubuntu : Repositori

Repositori
Repositori (Inggris: repository) adalah direktori tempat paket-paket software disimpan. Pengguna akhir mengambil paket-paket software dari repositori. Repositori milik suatu distribusi GNU/Linux disimpan di dalam suatu server yang tersambung ke jaringan internet. Pengguna mengakses repositori (instal & pemutakhiran paket software) melalui jaringan internet. Repositori adalah layanan dari pihak developer distribusi GNU/Linux kepada pengguna akhir.

Mirror

Mirror (Indonesia: cermin) adalah istilah di dunia internet untuk menyebut server yang merupakan salinan persis dari server lain. Di dalam konteks server repositori, mirror dari suatu server repositori berarti server salinan yang sama persis isinya dengan server repositori lain. Mirror repositori adalah layanan dari komunitas atau pihak tertentu terhadap pengguna akhir.

Di komunitas GNU/Linux, server repositori dari suatu distribusi bisa memiliki mirror-mirror yang tersebar di seluruh dunia. Umumnya, pihak yang menyediakan mirror adalah universitas, perusahaan tertentu, atau pemerintahan yang meletakkan mirror itu pada server-server mereka. Tujuan penyediaan mirror di suatu negara umumnya untuk memperpendek jarak transfer jaringan antara pengguna akhir dengan server repositori. Akhirnya pengguna akhir bisa mengambil paket software dari mirror yang tersedia paling dekat di negaranya sendiri, tidak perlu mengambil dari server di luar negeri. Artinya, pengguna akhir bisa memilih mirror repositori mana pun yang diinginkan selama itu tersedia karena seluruh server mirror isinya sama persis satu sama lain.

main: dikelola resmi oleh developer Ubuntu, free software.
restricted: dikelola resmi oleh developer Ubuntu, nonfree software.
universe: dikelola oleh selain developer Ubuntu, free software.
multiverse: dikelola oleh selain developer Ubuntu, nonfree software.

Keterangan: yang disebut free software dan nonfree software adalah klasifikasi software yang ditetapkan mencocoki atau tidak mencocoki dokumen Licensing Ubuntu http://www.ubuntu.com/about/about-ubuntu/licensing. Prinsip free software yang dimaksud oleh Ubuntu adalah free as in freedom (bukan free = gratis) yang dijelaskan di http://www.ubuntu.com/about/about-ubuntu/our-philosophy.

(2) Dibagi berdasarkan wujud paketnya:
deb: paket DEB biner.
deb-src: paket DEB source code.

(3) Dibagi berdasarkan pasca-rilis (post-release) yang disediakan untuk setiap rilis, maka repositori pasca-rilis Ubuntu terbagi menjadi empat jenis:
$release-security: pemutakhiran keamanan.
$release-updates: pemutakhiran tambalan bug yang tidak berhubungan dengan keamanan.
$release-proposed: pemutakhiran tambalan bug khusus untuk keperluan testing yang nantinya akan masuk ke $release-updates.
$release-backports: pemutakhiran paket yang dibuat dari rilis setelahnya untuk rilis sebelumnya.

Konfigurasi Lokal

Berkas konfigurasi repositori yang ada di dalam setiap sistem Ubuntu terinstal terletak di
/etc/apt/sources.list: berkas yang berisi daftar sumber repositori resmi.
/etc/apt/sources.list.d/: direktori yang berisi berkas-berkas .list berisi daftar sumber repositori pihak ketiga.

Klasifikasi Repositori Ubuntu

(1) Dibagi berdasarkan komponennya, maka repositori Ubuntu terbagi menjadi empat jenis untuk setiap rilisnya:

Keterangan: seluruh pengguna secara umum hanya membutuhkan repositori paket biner. Repositori paket source code biasanya dibutuhkan oleh developer. Repositori yang biasanya diaktifkan oleh pengguna akhir adalah deb, sedangkan deb-src biasanya dinonaktifkan.

Sumber

Manajemen Paket Ubuntu : Perkenalan

Distribusi Software

Di dalam komunitas GNU/Linux, ketika disebut kata software, maksudnya adalah free software (sebagian orang menamakannya open source). Sebuah free software itu didistribusikan oleh developernya (upstream) dalam bentuk source code. Upstream biasanya mengemas setiap source code dalam berkas arsip tarball seperti .tar.gz atau .tar.bz2 (mirip dengan .zip). Para developer distribusi GNU/Linux (downstream) mengambil source code-source code itu secara terpisah-pisah dari upstream-upstream di seluruh dunia kemudian memrosesnya menjadi software-software dalam bentuk binary. Setiap software diproses dan dikemas menjadi satu buah package (paket). Proses perubahan dari source code jadi binary ini dilakukan sebagai layanan kepada pengguna suatu distribusi GNU/Linux, terkadang berbayar (seperti Red Hat Enterprise Linux) terkadang gratis (seperti Ubuntu). Paket-paket yang sudah jadi disimpan di dalam server yang disebut dengan nama repositori. Setiap distribusi GNU/Linux adalah downstream, dan setiap downstream memiliki repositorinya masing-masing. Setiap repositori umumnya berisi puluhan ribu paket software. Pengguna akhir memperoleh software bagi distribusi yang dipakainya dari repositori distribusi tersebut. Misalnya, pengguna Ubuntu akan mengambil software dari repositori Ubuntu pula. Yang diambil adalah software dalam bentuk paket. Cara mengambilnya adalah dengan memakai sistem manajemen paket.

Format Paket

Di dunia GNU/Linux, terdapat dua jenis format paket (package) yang paling populer. Mereka adalah DEB dan RPM (.deb dan .rpm). Format DEB digunakan di sistem operasi keluarga Debian, misalnya Ubuntu dan Linux Mint. Format RPM digunakan di sistem operasi keluarga Red Hat Enterprise Linux, misalnya Fedora dan CentOS. Maka di Ubuntu paket-paket software dikemas dalam format .deb, sedangkan di Fedora berformat .rpm.
Sebagai perbandingan, di Microsoft Windows format paket software resmi adalah MSI (.msi). Sedangkan format dari berkas software dalam bentuk binary adalah EXE (.exe). MSI bisa saling dibandingkan dengan DEB atau RPM. MSI memuat software dan metadata, sebagaimana DEB atau RPM juga memuat hal yang sama. 

Dependensi

Inggris: dependency, Indonesia: dependensi; berarti ketergantungan. Di dalam komunitas free software, dependensi adalah istilah yang merujuk kepada ketergantuan suatu software kepada software lain. Jika A tergantung pada B, maka B harus diinstal dahulu sebelum A. Karena software memiliki dua bentuk, maka dependensi juga ada dalam dua bentuk. Software dalam bentuk source code bisa memiliki dependensi, software dalam bentuk binary juga bisa memiliki dependensi. Pembaca yang belum mengenal dependensi bisa mengingat kejadian ".Net Framework" yang harus diinstal terlebih dahulu sebelum menginstal software A ketika di Microsoft Windows. Maka dalam hal ini .Net Framework adalah dependensi bagi software A.

Pada praktiknya di lapangan, dependensi itu sangat banyak terjadi antara software-software yang tersedia di komunitas free software. Hal ini karena free software dibangun atas prinsip kooperasi (gotong royong) terutama di GNU/Linux dengan prinsip warisan UNIX do one thing and do it well. Dependensi yang terjadi di suatu sistem GNU/Linux adalah pada paket software (software package). Untuk menginstal suatu paket software, sering kali pengguna harus menginstal dahulu paket software yang lain. Dan paket yang lain itu memiliki dependensi lagi kepada paket lain pula. Dan seterusnya. Dalam banyak kejadian, untuk menginstal satu software (misalnya KDE) dibutuhkan puluhan atau ratusan paket berbeda-beda karena ada dependensi dan bercabang pula. Inilah praktik di lapangan dan ini adalah masalah. 

Maka untuk dapat menyelesaikan masalah itu komunitas membuat suatu sistem di dalam sistem manajemen paket yang disebut dependency resolver (pencari dependensi). Suatu dependency resolver adalah program yang memiliki kemampuan mencari seluruh dependensi secara otomatis terhadap suatu paket di sistem GNU/Linux yang digunakan. Dependency resolver sangat mempermudah pengguna akhir dalam menginstal suatu software di GNU/Linux karena pengguna tidak perlu mencarinya secara manual lagi. Contoh dependency resolver di Ubuntu adalah apt, di Arch Linux adalah pacman, di CentOS dan Fedora adalah yum, di openSUSE adalah zypper, dan seterusnya. 

Sistem Manajemen Paket

Sistem manajemen paket (disingkat smp) adalah mekanisme pengelolaan paket software di suatu sistem operasi. Pengelolaan yang dimaksud adalah menginstal, menghapus, dan memutakhirkan paket. Istilah aslinya adalah package management system.

Yang dimaksud sebuah paket adalah sebuah berkas arsip yang memuat suatu software dan suatu metadata. Paket yang memuat selain software biasanya memuat gambar, atau audio, atau video, atau apa saja, selalu disertai pula dengan metadata. Paket adalah metode setiap developer distribusi GNU/Linux untuk mendistribusikan software melalui repositori mereka masing-masing. Pengguna menginstal suatu software adalah dengan menginstal paket tersebut dari repositori. Paket di Ubuntu berformat DEB (.deb).

Yang dimaksud metadata adalah informasi penting terkait dengan isi paket. Isi metadata di antaranya nama paket, daftar dependensi paket, deskripsi, ukuran, dan sebagainya. Setiap paket selalu berisi metadata.

Komponen suatu sistem manajemen paket setidaknya dua program: package manager (manajer paket) dan update manager (manajer pemutakhiran). Hampir semua distribusi GNU/Linux menyertakan kedua komponen utama ini. Kedua jenis program ini selalu berwujud command line dan dijalankan dari shell (Terminal). Hanya saja, biasanya, distribusi seperti Ubuntu menambahkan versi GUI dari setiap program.

Package manager adalah program inti di dalam smp, tugas pokoknya pasang dan hapus paket di sistem. Tugas untuk pemasangan adalah membuka, mengeluarkan isi, memeriksa metadata, lalu meletakkan setiap berkas di dalam paket ke posisinya masing-masing di dalam sistem. Tugas untuk penghapusan adalah membaca kembali metadata, menemukan skrip untuk penghapusan, melakukan penghapusan satu demi satu secara otomatis sampai paket itu terhapus dari sistem. Update manager adalah program yang bekerja di atas package manager, tugas utamanya adalah dependency resolving (mencari dependensi), mengunduh paket melalui jaringan, dan menemukan pemutakhiran versi paket (sesuai namanya). Update manager biasanya hanya mencari dependensi dan mengunduh, sedangkan pemasangan dan penghapusan paket tetap dilakukan oleh package manager.
Catatan: di Arch Linux, package manager dan update manager menyatu dalam satu program bernama pacman. Di Ubuntu, package manager terpisah dari update manager, masing-masing bernama dpkg dan apt.