Monday, January 16, 2017

Perangkat Lunak (Software)

perangkat lunak (software) komputer adalah sekumpulan data elektronik yg disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yg disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yg akan menjalankan suatu perintah. Perangkat lunak disebut juga sebagai penerjemah perintah-perintah yg dijalankan pengguna komputer untuk diteruskan atau diproses oleh perangkat keras. Melalui software atau perangkat lunak inilah suatu komputer dapat menjalankan suatu perintah.

Fungsi Perangkat Lunak (Software)

Ada beberapa fungsi dari perangkat lunak (software) diantaranya:
Fungsi perangkat lunak (software) adalah memproses data atau perintah / instruksi hingga mendapat hasil atau menjalankan sebuah perintah perintah.
Berfungsi sebagai sarana interaksi yg menghubungkan atau menjembatani pengguna komputer (user) dengan perangkat keras.

3 Golongan Perangkat Lunak (Software)
Perangkat lunak ini dibagi menjadi tiga golongan, yaitu:


1.Sistem Operasi
Software sistem operasi merupakan suatu software komplek yg mempunyai banyak fungsi.
  • Fungsi yg pertama adalah untuk mengatur semua perangkat keras komputer yang terhubung dengan CPU.
  • Fungsi yang kedua adalah menerjemahkan segala aktivitas pemakai kepada CPU agar segala yang diperintahkan oleh pemakai dapat dikerjakan oleh CPU.
  • Fungsi yang ketiga adalah mengatur semua proses yg terjadi di dalam CPU.
  • Sistem operasi juga berfungsi sebagai tempat atau platform untuk menjalan suatu software aplikasi. Contoh program berbasis windows hanya dapat dijalankan di pada sistem operasi windows tidak dapat dijalankan di linux kecuali menggunakan program converter.
Saat ini sudah terdapat berbagai jenis software sistem operasi yg dapat di gunakan seperti dari perusahaan yg paling terkenal sebagai pembuat sistem operasi yaitu “Microsoft” yg dimiliki oleh orang terkaya didunia “Bill Gates” dan beberapa produk yg sudah diluncurkan di antaranya adalah Microsoft Windows (Windows 98, Windows 2000, Windows XP, dan Windows Vista, Windows 7 dan Windows 8) sedangkan pesaingnya ada dari Linux (Mandrake, Ubuntu, dan Redhat) dan juga dari Apple.

2. Bahasa Pemrograman
Bahasa pemrograman (programming language) adalah bahasa yg digunakan untuk membuat program itu sendiri. Ada banyak bahasa pemrograman contohnya Bahasa C, C++, Visual Basic, Pascal, Borland, HTML, PHP, JAVA, dan masih banyak lagi. Untuk menunjang pembuatan harus menggunakan perangkat lunak yang digunakan untuk merancang atau membuat program sesuai dengan struktur dan metode yang dimiliki oleh bahasa program itu sendiri.

3. Program Aplikasi
Program aplikasi merupakan software yang mempunyai fungsi khusus sesuai dengan tujuan pembuatannya. Program aplikasi merupakan software yang banyak digunakan untuk membantu menyelesaikan tugas tertentu, seperti untuk membuat surat, mendengarkan musik, menonton film, menghitung sejumlah angka, dan masih banyak lagi. Contoh program aplikasi seperti Microsoft word, excel, power point, Winamp, Media player classic, calculator, dll.

Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi (yang selanjutnya dikenal dengan istilah teknologi informasi), mulai dari gambar-gambar yang tak bermakna di dinding-dinding gua, peletakan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti, sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang dikenal dengan nama internet.


1. MASA PRASEJARAH 


Pada zaman ini, teknologi informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh manusia berfungsi sebagai sistem untuk pengenalan bentuk-bentuk yang manusia kenal. Untuk menggambarkan informasi yang diperoleh, mereka menggambarkannya pada dinding-dinding gua tentang berburu dan binatang buruannya. Pada masa ini, manusia mulai mengidentifikasi benda-benda yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka, kemudian melukiskannya pada dinding gua tempat tinggalnya. Awal komunikasi mereka pada zaman ini hanya berkisar pada bentuk suara dengusan dan menggunakan isyarat tangan. Pada zaman prasejarah mulai diciptakan dan digunakan alat-alat yang menghasilkan bunyi dan isyarat, seperti gendang, terompet yang terbuat dari tanduk binatang, dan isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.


Piktografi
a. 3000 SM

Untuk yang pertama kali, tulisan digunakan oleh bangsa Sumeria dengan menggunakan simbol-simbol yang dibentuk daripiktografi sebagai huruf. Simbol atau huruf-huruf ini juga mempunyai bentuk bunyi (penyebutan) yang berbeda sehingga mampu menjadi kata, kalimat, dan bahasa.

Hieroglif
b. 2900 SM

Pada 2900 SM, bangsa Mesir Kuno menggunakan huruf hieroglif. Hieroglif merupakan bahasa simbol, dimana setiap ungkapan diwakili oleh simbol yang berbeda. Jika simbol-simbol tersebut digabungkan menjadi satu rangkaian, maka akan menghasilkan sebuah arti yang berbeda. Bentuk tulisan dan bahasa hieroglif ini lebih maju dibandingkan dengan tulisan bangsa Sumeria.

Serat Papyrus
c. 500 SM

Pada 500 SM, manusia sudah mengenal cara membuat serat dari pohon papyrus yang tumbuh di sekitar sungai Nil. Serat papyrus dapat digunakan sebagai kertas. Kertas yang terbuat dari serat pohon papyrus menjadi media untuk menulis atau media untuk menyampaikan informasi yang lebih kuat dan fleksibel dibandingkan dengan lempengan tanah liat yang sebelumnya juga digunakan sebagai media informasi.

Kertas
d. 105 M

Pada masa ini, bangsa Cina berhasil menemukan kertas. Kertas yang ditemukan oleh bangsa Cina pada masa ini adalah kertas yang kita kenal sekarang. Kertas ini dibuat dari serat bambu yang dihaluskan, disaring, dicuci, kemudian diratakan dan dikeringkan. Penemuan ini juga memungkinkan sistem pencetakan yang dilakukan dengan menggunakan blok kayu yang ditoreh dan dilumuri oleh tinta atau yang kita kenal sekarang dengan sistem cap.


2. Masa Modern (1400 M s.d. Sekarang)
a. Tahun 1455

Pada 1455, untuk pertama kalinya Johann Gutenberg mengembangkan mesin cetak dengan menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi dan dapat diganti-ganti dalam bingkai yang terbuat dari kayu.

b. Tahun 1830

Augusta Lady Byron menulis program komputer yang pertama di dunia. Ia bekerja sama dengan Charles Babbagemenggunakan mesin analytical yang didesain sehingga mampu memasukkan data, mengolah data, dan menghasilkan bentuk keluaran dalam sebuah kartu. Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputer digital yang pertama, walaupun cara kerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital.

c. Tahun 1837

Telegraf dan Penemunya (Samuel Morse)

Samuel Morse mengembangkan telegraf dan bahasa kode morse bersama Sir William Cook dan Sir Charles Wheatstone. Morse menggunakan kode-kode sederhana untuk mewakili pesan-pesan yang ingin dikirimkan dengan menggunakan pulsa listrik melalui kabel tunggal. Namun sinyal-sinyal yang dapat dikirim dengan baik hanya berada dalam jarak 32 km. Untuk jarak yang lebih jauh, sinyal-sinyal yang diterima menjadi terlalu lemah untuk direkam. Kemudian, Morse membangun peralatan relai yang ditempatkan di setiap 32 km dari stasiun sinyal. Relai tersebut berfungsi untuk mengulangi sinyal yang diterima dan mengirimnya kembali ke 32 km berikutnya. Relai terdiri dari sakelar yang dioperasikan secara elektromagnetik. Sistem telegraf kemudian segera digunakan untuk bisnis yang membutuhkan pengiriman pesan secara cepat untuk jarak yang jauh, seperti surat kabar dan pesan untuk perjalanan kereta api.

d. Tahun 1877

Pada 1877, Alexander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan telepon yang dipergunakan pertama kali secara umum. Pada 1879, sistem pemanggilan telepon mulai menggunakan nomor yang menggantikan sistem pemanggilan nama. Hal ini untuk mencegah operator yang tidak mengenal semua pelanggan. Sistem penomoran telepon menggunakan huruf dan angka, dimana nomor telepon menggunakan sistem dua huruf dan lima digit angka.

Kartu Perforasi

e. Tahun 1889

Pada 1889, Herman Hollerith menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus yang dilakukan pada 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro Sensus tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

Hollerith menggunakan kartu perforasi untuk memasukkan data sensus yang kemudian diolah oleh alat tersebut secara mekanik. Sebuah kartu dapat menyimpan hingga 80 variabel. Dengan menggunakan alat tersebut, hasil sensus dapat diselesaikan dalam waktu enam minggu. Selain memiliki keuntungan dalam bidang kecepatan, kartu tersebut berfungsi sebagai media penyimpan data. Tingkat kesalahan perhitungan juga dapat ditekan secara drastis.

f. Tahun 1931

Pada 1931, Vannevar Bush membuat sebuah kalkulator untuk menyelesaikan persamaan differensial. Mesin tersebut dapat menyelesaikan persamaan differensial kompleks yang selama ini dianggap rumit oleh kalangan pelajar dan mahasiswa. Mesin tersebut sangat besar dan berat karena ratusan gerigi dan poros yang dibutuhkan untuk melakukan perhitungan.

g. Tahun 1939

Pada 1939, Dr. John V. Atanasoff dan dibantu oleh Clifford Berry berhasil menciptakan komputer elektronik digital pertama. Sejak saat ini, komputer terus mengalami perkembangan sehingga menjadi semakin canggih. Mengenai sejarah perkembangan komputer ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

ARPANET
h. Tahun 1973 – 1990

Pada masa ini, istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper tentang TCP/IP. Secara harfiah, internet (interconnected networking) diartikan sebagai rangkaian komputer yang terhubung di dalam beberapa rangkaian. Rangkaian pusat yang membentuk internet diawali pada 1969 sebagai ARPANET yang dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Beberapa penyelidikan awal yang disumbang oleh ARPANET di antaranya adalah kaedah rangkaian tanpa pusat (decentralised network), teori queueing, dan kaedah pertukaran paket (packet switching).

Pada 1981, National Science Foundation mengembangkan backbone yang disebut CSNET dengan kapasitas 56 Kbps untuk setiap institusi dalam pemerintahan.

Pada 1 Januari 1983, ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya, dari NCP ke TCP/IP. Ini merupakan awal dari Internet yang kita kenal sekarang. Kemudian pada 1986, IETF mengembangkan sebuah server yang berfungsi sebagai alat koordinasi di antara DARPA, ARPANET, DDN, dan Internet Gateway. Pada 1990-an, internet telah berkembang dan menyambungkan banyak pengguna jaringan-jaringan komputer yang ada.

i. Tahun 1991 – Sekarang

Sistem bisnis dalam bidang IT pertama kali terjadi ketika CERN memungut bayaran dari para anggotanya untuk menanggulangi biaya operasionalnya. Pada 1992, mulai terbentuk komunitas internet dan diperkenalkannya istilah World Wide Web (www) oleh CERN. Pada 1993, NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database (oleh AT&T), jasa registrasi (oleh Network Solution Inc), dan jasa informasi (oleh General Atomics/CERFnet). Pada 1994, pertumbuhan internet melaju dengan sangat cepat dan mulai merambah ke dalam berbagai segi kehidupan manusia dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari manusia. Pada 1995, perusahaan umum mulai diperkenankan menjadi provider dengan membeli jaringan di backbone. Langkah ini memulai pengembangan teknologi informasi, khususnya internet dan penelitian-penelitian untuk mengembangkan sistem dan alat yang lebih canggih.

Manajemen Paket Ubuntu : apt

APT (Advanced Package Tool) adalah sistem yang sangat canggih untuk mengelola paket di sistem operasi keluarga Debian. APT terdiri dari sejumlah program (bisa dibaca di bawah) yang punya tugas sendiri-sendiri untuk mengelola. Tugas utama APT adalah menemukan dependensi, yang diserahkan kepada program apt-get. Sedangkan yang lainnya adalah program-program yang menunjang penemuan dependensi tersebut baik dari segi security (terdapat dua program untuk itu) maupun segi manfaat teknis (seperti apt-cdrom, apt-config). APT adalah free software berlisensi GNU GPL.

Program-Program APT

Advanced Package Tool memiliki sejumlah perintah yang ditugaskan untuk mengelola paket di suatu sistem Debian atau keturunan Debian (seperti Ubuntu). Masing-masing perintah merupakan program tersendiri. Di antara mereka adalah:
apt-get
apt-cache
apt-cdrom
apt-config
apt-key
apt-mark
apt-secure
apt-sortpkgs

Di Ubuntu (atau Debian) versi terbaru, misalnya 16.04 Xenial Xerus (atau 8 Jessie), APT memiliki perintah apt tersendiri yang bisa melakukan manajemen paket dan konfigurasi. Adapun program yang paling umum digunakan pengguna akhir adalah apt-get. Tulisan ini berbicara mengenai apt-get.

Reload Repositori

# apt-get update

Perintah ini berfungsi untuk me-reload atau mengunduh daftar isi dari repositori yang dipilih oleh sistem. Perintah ini tidak akan meng-upgrade atau menginstal paket apa pun. Jika berkas /etc/apt/sources.list telah disetel sesuai kebutuhan Anda, maka perintah ini adalah wajib dijalankan satu kali. Perintah ini sesungguhnya akan mengunduh daftar isi berupa berkas-berkas teks yang banyak (lihat output di atas dari baris ke baris) ke dalam direktori /var/lib/apt/lists/ dari repositori yang ditunjuk oleh sources.list. Satu kali saja sistem Anda sudah memiliki daftar isi, maka perintah ini sudah tidak dibutuhkan lagi kecuali Anda mengubah setelah sources.list. Perintah apt-get install baru bisa dilakukan jika sistem Anda sudah memiliki daftar isi dari repositori yang disetel dalam sources.list.

Instal Paket
# apt-get install <nama_paket>

Perintah apt-get install bekerja dengan cara membaca alamat repositori yang sudah tersimpan di dalam sistem. Apt-get akan membaca nama paket yang Anda minta, mencocokkannya dengan database dpkg (/var/lib/dpkg/status) untuk mencari dependensi dari paket tersebut, lalu mencocokkannya dengan database APT di dalam sistem Anda, lalu berdasarkan daftar isi repositori yang sudah dimiliki sistem Anda, apt-get akan mengunduhkan seluruh paket beserta dependensinya. Di bagian akhir kerja, apt-get akan memanggil dpkg untuk melakukan instalasi paket-paket yang diperoleh satu per satu. Jika dpkg selesai kerja dengan sukses, apt-get akan mengembalikan command line Anda ke prompt. Demikian secara singkat bagaimana apt-get install bekerja.

Hapus Paket

# apt-get remove <nama_paket>

Perintah apt-get remove bertugas membaca permintaan paket Anda, mencocokkannya dengan database, lalu akhirnya apt-get memanggil dpkg untuk menghapus tepat paket yang Anda minta saja. Perintah apt-get remove tidak menghapus dependensi yang datang bersama diinstalnya paket yang Anda minta.

Upgrade Seluruh Paket
# apt-get update
# apt-get upgrade
# apt-get dist-upgrade

Upgrade di sini adalah upgrade terhadap seluruh software yang terinstal secara otomatis ke versi terbarunya masing-masing. Bayangkan Anda punya Firefox, LibreOffice, Thunderbird, Nautilus, dan lain-lain versi lawas. Dengan upgrade, Anda otomatis memperoleh versi baru dari semua software tanpa perlu upgrade satu-satu. Upgrade di sini adalah upgrade versi seluruh paket terinstal. Itulah yang dimaksud dengan upgrade di sini.

Perintah pertama memastikan sistem Anda memiliki seluruh daftar isi dari repositori yang disetel di source.list, kemudian perintah kedua melakukan upgrading terhadap tiap-tiap paket yang terinstal ke versi paket-paket terbaru yang tersedia di repositori, kemudian perintah ketiga akan melakukan clean up (pembersihan) otomatis jika terdapat sejumlah error atau kekurangan tertentu. Perintah-perintah ini tidak meng-upgrade versi Ubuntu Anda menjadi versi baru (mis. 15.10 ke 16.04) tetapi hanya mengupgrade seluruh paket-paket terinstal ke paket-paket versi baru yang tersedia di repositori (mis. Firefox 40 ke Firefox 41).

Upgrade Versi Rilis Ubuntu

# do-release-upgrade

Perintah ini bukan bagian dari APT melainkan bagian dari paket ubuntu-release-upgrader-core tambahan dari Canonical. Pembuat perintah ini adalah Michael Vogt dan lain-lain. Perintah ini akan membaca kesediaan versi Ubuntu Anda apakah bisa melakukan upgrade versi atau tidak, lalu akan melakukan sejumlah aksi upgrade ke versi Ubuntu terbaru tersebut.

Hapus APT Cache

# apt-get clean

Perintah ini menghapus semua berkas paket .deb di dalam /var/cache/apt/archives dan /apt/cache/apt/archives/partial (direktori APT cache). Pada sistem yang ruang partisinya sempit, umumnya perintah ini berguna untuk membebaskan banyak ruang partisi (karena semakin banyak .deb di dalam APT cache = semakin banyak ruang termakan).

Manajemen Paket Ubuntu : dpkg


Tentang Dpkg

Dpkg (nama program: dpkg) adalah program manajer paket (package manager) yang berasal dari sistem operasi Debian. Dpkg asalnya dibuat dalam bahasa Perl oleh Ian Murdock (bapak Debian) beserta rekan-rekannya. Di sebuah distribusi GNU/Linux, dpkg yang bertugas menginstal paket sementara apt yang bertugas mencari depedensi. Format paket yang dikenal oleh dpkg adalah .deb. Dpkg digunakan secara internal, yakni hanya di dalam sistem operasi dan tidak berhubungan dengan repositori di luarnya. Berbeda dengan apt yang bekerja secara eksternal, berhubungan dengan repositori di luar sistem. Tulisan ini membahas tentang dpkg.


Melihat Daftar Paket

Dpkg bisa menayangkan seluruh paket terinstal di dalam sistem dengan perintah:
$ dpkg --list

Instal Paket

Dpkg tugas utamanya adalah menginstal paket dan perintahnya adalah:
# dpkg --install <nama_paket>

Hapus Paket

Dpkg selain menginstal, harus bisa menghapus paket yang sudah terinstal. Perintahnya adalah:
# dpkg --remove <nama_paket>

Contoh Penggunaan
Berikut ini contoh penggunaan paling sering dilakukan atau paling esensial sehari-hari bagi pengguna akhir. Disebutkan contoh langsung agar pembaca mudah memahami.

1. Instal Paket

Intisari tugas dpkg adalah menginstal paket satu per satu. Misalnya pembaca ingin menginstal program fping yang paket itu bisa diperoleh dari packages.ubuntu.com, maka perintah untuk menginstal paket fping tersebut ialah

# dpkg --install fping_3.13-1_i386.deb

Contoh output:

master@master:~$ sudo dpkg --install fping_3.13-1_i386.deb [sudo] password for master: Selecting previously unselected package fping. (Reading database ... 265493 files and directories currently installed.) Preparing to unpack fping_3.13-1_i386.deb ... Unpacking fping (3.13-1) ... Setting up fping (3.13-1) ... Processing triggers for man-db (2.7.5-1) ... master@master:~$

2. Hapus Paket

Setelah menginstal, pengguna mungkin ingin menghapus paket terinstal. Contoh di atas paket fping sudah diinstal maka bisa dihapus. Perintahnya seperti ini:

# dpkg --remove fping_3.13-1_i386.deb

Contoh output:

master@master:~$ sudo dpkg -r fping (Reading database ... 265502 files and directories currently installed.) Removing fping (3.13-1) ... Processing triggers for man-db (2.7.5-1) ... master@master:~$

3. Instal Banyak Paket Bersamaan

Dpkg mampu menginstal banyak paket bersamaan di dalam sebuah direktori. Artinya, pengguna tidak perlu mengetik satu per satu nama paket yang mau diinstal (bayangkan jika ada 1000 nama paket) melainkan cukup ketik 1 karakter seperti ini:

# dpkg -i *.deb

Keterangan: perintah di atas maksudnya menyuruh dpkg untuk menginstal seluruh paket .deb di satu direktori yang sama. Selalu pastikan Anda tahu di mana direktori Anda saat ini dengan perintah pwd.

4. Memeriksa Terinstal Tidaknya Suatu Paket

Opsi --list bisa digunakan di sini digabung dengan grep seperti:
dpkg --list | grep -i fping

Contoh output:
master@master:~$ dpkg --list | grep -i fping ii fping 3.13-1 i386 sends ICMP ECHO_REQUEST packets to network hosts master@master:~$

Keterangan: baris perintah di atas menyambungkan perintah pertama kepada perintah kedua. Perintah pertama meminta seluruh daftar paket terinstal di dalam sistem, di tengah-tengahnya ada pipeline (|) penyambung perintah, perintah kedua menyaring output perintah pertama supaya hanya menampilkan baris yang berisi nama "fping". Opsi -i membuat grep tidak melihat huruf kecil/besar. Output di atas memberikan informasi bahwa paket bernama fping terinstal (ii) dengan versi 3.13-1. Aktivitas perintah ini sama persis dengan tampilan daftar paket di Synaptic Package Manager dan semisalnya.

5. Memeriksa Versi Paket Terinstal

Sama dengan poin 4 di atas.
dpkg --list | grep -i fping

Sumber

Manajemen Paket Ubuntu : Repositori

Repositori
Repositori (Inggris: repository) adalah direktori tempat paket-paket software disimpan. Pengguna akhir mengambil paket-paket software dari repositori. Repositori milik suatu distribusi GNU/Linux disimpan di dalam suatu server yang tersambung ke jaringan internet. Pengguna mengakses repositori (instal & pemutakhiran paket software) melalui jaringan internet. Repositori adalah layanan dari pihak developer distribusi GNU/Linux kepada pengguna akhir.

Mirror

Mirror (Indonesia: cermin) adalah istilah di dunia internet untuk menyebut server yang merupakan salinan persis dari server lain. Di dalam konteks server repositori, mirror dari suatu server repositori berarti server salinan yang sama persis isinya dengan server repositori lain. Mirror repositori adalah layanan dari komunitas atau pihak tertentu terhadap pengguna akhir.

Di komunitas GNU/Linux, server repositori dari suatu distribusi bisa memiliki mirror-mirror yang tersebar di seluruh dunia. Umumnya, pihak yang menyediakan mirror adalah universitas, perusahaan tertentu, atau pemerintahan yang meletakkan mirror itu pada server-server mereka. Tujuan penyediaan mirror di suatu negara umumnya untuk memperpendek jarak transfer jaringan antara pengguna akhir dengan server repositori. Akhirnya pengguna akhir bisa mengambil paket software dari mirror yang tersedia paling dekat di negaranya sendiri, tidak perlu mengambil dari server di luar negeri. Artinya, pengguna akhir bisa memilih mirror repositori mana pun yang diinginkan selama itu tersedia karena seluruh server mirror isinya sama persis satu sama lain.

main: dikelola resmi oleh developer Ubuntu, free software.
restricted: dikelola resmi oleh developer Ubuntu, nonfree software.
universe: dikelola oleh selain developer Ubuntu, free software.
multiverse: dikelola oleh selain developer Ubuntu, nonfree software.

Keterangan: yang disebut free software dan nonfree software adalah klasifikasi software yang ditetapkan mencocoki atau tidak mencocoki dokumen Licensing Ubuntu http://www.ubuntu.com/about/about-ubuntu/licensing. Prinsip free software yang dimaksud oleh Ubuntu adalah free as in freedom (bukan free = gratis) yang dijelaskan di http://www.ubuntu.com/about/about-ubuntu/our-philosophy.

(2) Dibagi berdasarkan wujud paketnya:
deb: paket DEB biner.
deb-src: paket DEB source code.

(3) Dibagi berdasarkan pasca-rilis (post-release) yang disediakan untuk setiap rilis, maka repositori pasca-rilis Ubuntu terbagi menjadi empat jenis:
$release-security: pemutakhiran keamanan.
$release-updates: pemutakhiran tambalan bug yang tidak berhubungan dengan keamanan.
$release-proposed: pemutakhiran tambalan bug khusus untuk keperluan testing yang nantinya akan masuk ke $release-updates.
$release-backports: pemutakhiran paket yang dibuat dari rilis setelahnya untuk rilis sebelumnya.

Konfigurasi Lokal

Berkas konfigurasi repositori yang ada di dalam setiap sistem Ubuntu terinstal terletak di
/etc/apt/sources.list: berkas yang berisi daftar sumber repositori resmi.
/etc/apt/sources.list.d/: direktori yang berisi berkas-berkas .list berisi daftar sumber repositori pihak ketiga.

Klasifikasi Repositori Ubuntu

(1) Dibagi berdasarkan komponennya, maka repositori Ubuntu terbagi menjadi empat jenis untuk setiap rilisnya:

Keterangan: seluruh pengguna secara umum hanya membutuhkan repositori paket biner. Repositori paket source code biasanya dibutuhkan oleh developer. Repositori yang biasanya diaktifkan oleh pengguna akhir adalah deb, sedangkan deb-src biasanya dinonaktifkan.

Sumber

Manajemen Paket Ubuntu : Perkenalan

Distribusi Software

Di dalam komunitas GNU/Linux, ketika disebut kata software, maksudnya adalah free software (sebagian orang menamakannya open source). Sebuah free software itu didistribusikan oleh developernya (upstream) dalam bentuk source code. Upstream biasanya mengemas setiap source code dalam berkas arsip tarball seperti .tar.gz atau .tar.bz2 (mirip dengan .zip). Para developer distribusi GNU/Linux (downstream) mengambil source code-source code itu secara terpisah-pisah dari upstream-upstream di seluruh dunia kemudian memrosesnya menjadi software-software dalam bentuk binary. Setiap software diproses dan dikemas menjadi satu buah package (paket). Proses perubahan dari source code jadi binary ini dilakukan sebagai layanan kepada pengguna suatu distribusi GNU/Linux, terkadang berbayar (seperti Red Hat Enterprise Linux) terkadang gratis (seperti Ubuntu). Paket-paket yang sudah jadi disimpan di dalam server yang disebut dengan nama repositori. Setiap distribusi GNU/Linux adalah downstream, dan setiap downstream memiliki repositorinya masing-masing. Setiap repositori umumnya berisi puluhan ribu paket software. Pengguna akhir memperoleh software bagi distribusi yang dipakainya dari repositori distribusi tersebut. Misalnya, pengguna Ubuntu akan mengambil software dari repositori Ubuntu pula. Yang diambil adalah software dalam bentuk paket. Cara mengambilnya adalah dengan memakai sistem manajemen paket.

Format Paket

Di dunia GNU/Linux, terdapat dua jenis format paket (package) yang paling populer. Mereka adalah DEB dan RPM (.deb dan .rpm). Format DEB digunakan di sistem operasi keluarga Debian, misalnya Ubuntu dan Linux Mint. Format RPM digunakan di sistem operasi keluarga Red Hat Enterprise Linux, misalnya Fedora dan CentOS. Maka di Ubuntu paket-paket software dikemas dalam format .deb, sedangkan di Fedora berformat .rpm.
Sebagai perbandingan, di Microsoft Windows format paket software resmi adalah MSI (.msi). Sedangkan format dari berkas software dalam bentuk binary adalah EXE (.exe). MSI bisa saling dibandingkan dengan DEB atau RPM. MSI memuat software dan metadata, sebagaimana DEB atau RPM juga memuat hal yang sama. 

Dependensi

Inggris: dependency, Indonesia: dependensi; berarti ketergantungan. Di dalam komunitas free software, dependensi adalah istilah yang merujuk kepada ketergantuan suatu software kepada software lain. Jika A tergantung pada B, maka B harus diinstal dahulu sebelum A. Karena software memiliki dua bentuk, maka dependensi juga ada dalam dua bentuk. Software dalam bentuk source code bisa memiliki dependensi, software dalam bentuk binary juga bisa memiliki dependensi. Pembaca yang belum mengenal dependensi bisa mengingat kejadian ".Net Framework" yang harus diinstal terlebih dahulu sebelum menginstal software A ketika di Microsoft Windows. Maka dalam hal ini .Net Framework adalah dependensi bagi software A.

Pada praktiknya di lapangan, dependensi itu sangat banyak terjadi antara software-software yang tersedia di komunitas free software. Hal ini karena free software dibangun atas prinsip kooperasi (gotong royong) terutama di GNU/Linux dengan prinsip warisan UNIX do one thing and do it well. Dependensi yang terjadi di suatu sistem GNU/Linux adalah pada paket software (software package). Untuk menginstal suatu paket software, sering kali pengguna harus menginstal dahulu paket software yang lain. Dan paket yang lain itu memiliki dependensi lagi kepada paket lain pula. Dan seterusnya. Dalam banyak kejadian, untuk menginstal satu software (misalnya KDE) dibutuhkan puluhan atau ratusan paket berbeda-beda karena ada dependensi dan bercabang pula. Inilah praktik di lapangan dan ini adalah masalah. 

Maka untuk dapat menyelesaikan masalah itu komunitas membuat suatu sistem di dalam sistem manajemen paket yang disebut dependency resolver (pencari dependensi). Suatu dependency resolver adalah program yang memiliki kemampuan mencari seluruh dependensi secara otomatis terhadap suatu paket di sistem GNU/Linux yang digunakan. Dependency resolver sangat mempermudah pengguna akhir dalam menginstal suatu software di GNU/Linux karena pengguna tidak perlu mencarinya secara manual lagi. Contoh dependency resolver di Ubuntu adalah apt, di Arch Linux adalah pacman, di CentOS dan Fedora adalah yum, di openSUSE adalah zypper, dan seterusnya. 

Sistem Manajemen Paket

Sistem manajemen paket (disingkat smp) adalah mekanisme pengelolaan paket software di suatu sistem operasi. Pengelolaan yang dimaksud adalah menginstal, menghapus, dan memutakhirkan paket. Istilah aslinya adalah package management system.

Yang dimaksud sebuah paket adalah sebuah berkas arsip yang memuat suatu software dan suatu metadata. Paket yang memuat selain software biasanya memuat gambar, atau audio, atau video, atau apa saja, selalu disertai pula dengan metadata. Paket adalah metode setiap developer distribusi GNU/Linux untuk mendistribusikan software melalui repositori mereka masing-masing. Pengguna menginstal suatu software adalah dengan menginstal paket tersebut dari repositori. Paket di Ubuntu berformat DEB (.deb).

Yang dimaksud metadata adalah informasi penting terkait dengan isi paket. Isi metadata di antaranya nama paket, daftar dependensi paket, deskripsi, ukuran, dan sebagainya. Setiap paket selalu berisi metadata.

Komponen suatu sistem manajemen paket setidaknya dua program: package manager (manajer paket) dan update manager (manajer pemutakhiran). Hampir semua distribusi GNU/Linux menyertakan kedua komponen utama ini. Kedua jenis program ini selalu berwujud command line dan dijalankan dari shell (Terminal). Hanya saja, biasanya, distribusi seperti Ubuntu menambahkan versi GUI dari setiap program.

Package manager adalah program inti di dalam smp, tugas pokoknya pasang dan hapus paket di sistem. Tugas untuk pemasangan adalah membuka, mengeluarkan isi, memeriksa metadata, lalu meletakkan setiap berkas di dalam paket ke posisinya masing-masing di dalam sistem. Tugas untuk penghapusan adalah membaca kembali metadata, menemukan skrip untuk penghapusan, melakukan penghapusan satu demi satu secara otomatis sampai paket itu terhapus dari sistem. Update manager adalah program yang bekerja di atas package manager, tugas utamanya adalah dependency resolving (mencari dependensi), mengunduh paket melalui jaringan, dan menemukan pemutakhiran versi paket (sesuai namanya). Update manager biasanya hanya mencari dependensi dan mengunduh, sedangkan pemasangan dan penghapusan paket tetap dilakukan oleh package manager.
Catatan: di Arch Linux, package manager dan update manager menyatu dalam satu program bernama pacman. Di Ubuntu, package manager terpisah dari update manager, masing-masing bernama dpkg dan apt. 


Sunday, November 6, 2016

Perkembangan Teknologi

Pengertian Teknologi Informasi

        Teknologi Informasi adalah adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).
Pengertian Sistem Informasi
        Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi.
        Jadi perbedaan antara Teknologi Informasi dengan Sistem Informasi yaitu sistem informasi mencangkup seluruh sistem didalam perusahaan secara keseluruhan termasuk teknologi informasi,akuntansi, manajemen, dll di dalamnya, sedangkan teknologi informasi ada untuk membantu/menunjang kegiatan sistem informasi, diantaranya pembuatan hardware, software, network, database, dll.

        Biasanya pada negara-negara yang sedang berkembang memerlukan banyak hal untuk mendukung perkembangan negara mereka. Negara-negara tersebut akan saling meningkatkan berbagai kemampuan dalam segala aspek kehidupan untuk memajukan negara mereka salah satunya seperti pada aspek industri. Perkembangan Teknologi Membawa perubahan pesat dalam dunia bisnis 

Ada berbagai macam sistem informasi dengan menggunakan teknologi informasi,antara lain:
  • Electronic Data Processing Systems
  • Data Processing Systems (DPS)
  • Decision Support System (DSS)
  • Management Information System (MIS)
  • Executive Information Systems (EIS) 
  • Expert System (ES) 
  • Accounting Information System (AIS). 
        Perkembangan teknologi informasi juga berpengaruh terhadap bidang manufaktur dan jasa.Pengaruh sistem informasi yang menggunakan teknologi Informasi ini berpengaruh terhadap aktivitas perusahaan.baik yang merugikan maupun yang bersifat menguntungkan. Kemajuan Teknologi Informasi membawa pengaruh besar terhadap perkembangan dalam teknologi manufaktur.perubahan yang dimaksud dalam penggunaan Teknologi Informasi ini yaitu terkendalinya proses perencanaan,pengendalian internal terhadap perusahaan atau organisasi,dengan teknologi informasi ini,seseorangpun akan dimudahkan dalam kegiatan manufakturnya berupa keselamatan kerja,kesehatan karyawan.apabila situasi lingkungan berubah,maka rencana organisasi itupun harus berubah supaya jalannya organisasi tetap stabil,dikarenakan adanya responsif yang baik kalau tidak ingin terjadi penurunan aktivitas yang sukar dihindarkan.oleh karena itu kondisi ini perusahaan harus meningkatkan inovatif dalam semua aspek supaya terjadi competitive yang ketat.

        Dengan adanya Teknologi Informasi memberikan manfaat yang pesat bagi perusahaan,seperti perusahaan mampu mengendalikan aktivitas bisnis yang rumit,sehingga dapat menghasilkan informasi yang relevan,yaitu artinya memiliki tujuan yang spesifik,jelas,dan masuk akal,tepat waktu,adalah dimana informasi tersebut sesuai dengan yang diminta,atau tidak terlambat,yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan pengguna khalayak,dan dapat dipahami.selain itu melancarkan operasi perusahaan,kinerja perusahaan,yang menjadikan perusahan semakin efisien.dampaknya perusahaan dapat bertahan dalam globalisasi.selain banyak manfaatnya,Teknologi informasi ini tidak selalu berdampak positif bagi semua aspek perusahaan,dikarenakan hilangnya kesempatan kerja,dan dapat menimbulkan crime of work bagi perusahaan,misalnya: hacker account karyawan,yang dapat merugikan karyawan perusahaan tsb,dan penyimpangan dalam perusahaan seperti karyawan membeli aset perusahaan untuk kepentingan pribadinya,hal ini dapat dilakukan dengan menghubungi pihak-pihak yang bekerjasama dalam perbuatan tersebut,tentunya pasti menggunakan teknologi informasi yang sudah canggih saat ini. Menurut laporan ekonomi di berbagai negara semakin mengakui pentingnya teknologi dalam meingkatkan produktivitas.

        Berbagai pakar dalam bidang teknologi sudah memperkirakan bahwa ke depannya teknologi akan berperan penting terutama setelah banyak industri yang merekapitulasi biaya dan hal-hal lain terkait bisnis mereka dengan menggunakan teknologi. Tak hanya dalam bidang industry skala besar, banyak perusahaan tingkat kecil dan menengah muncul dengan penggunaan teknologi. Hal ini juga dipengaruhi oleh beberapa tren yang sudah dan sedang dikembangkan di pasar global saat ini seperti di antaranya :
1. Privasi Data
        Dengan beredarnya isu mengenai berbagai kegiatan penyadapan melalui jaringan komputer, keamanan data merupakan hal yang patut dipertimbangkan. Cybersecurity merupakan salah satu faktor penting yang dapat digunakan berbagai industri dalam mengurangi jumlah kejadian penyadapan yang dapat terjadi. Selain cybersecurity, beberapa instansi yang fokus pada pelayanan dan bisnis bahkan menggunakan teknologi yang bersifat data-free untuk mencegah komunitas lain dalam mengumpulkan data pribadi perusahaan.

2. Perangkat Umum dan Jaringan
        Di masa yang akan datang, perkembangan teknologi akan semakin berpengaruh tidak hanya untuk sesuatu yang berskala besar melainkan juga melalui perangkat-perangkat yang umum digunakan orang. Dengan menggunakan jaringan, perangkat teknologi sepertismartphone dapat terhubung dengan benda-benda di sekitar seperti mobil dan rumah. Salah satu contoh yang sudah dikembangkan adalah proyek “Energie Visible” yang terdiri dari sensor yang dapat memonitor dan mengontrol penggunaan energi peralatan rumah tangga.

3. 3-D Printing
        Dengan semakin banyaknya konsumsi global akan suatu barang, tingkat produksi harus dipercepat. 3-D printing merupakan proses untuk menciptakan objek 3 dimensi dari berbagai media digital. Teknologi ini diperkirakan akan semakin banyak digunakan ke depannya terkait dengan manfaatnya dalam aspek biaya desain produk, pembuatan prototype produk, dan waktu produksi yang lebih cepat.
4. Cloud Computing
        Untuk mengakomodasi berbagai transaksi data yang terjadi setiap hari, diperlukan suatu teknologi yang dapat memudahkan dalam memproses transaksi tersebut dalam waktu yang cepat. Cloud computing dapat digunakan untuk menjalankan program di berbagai komputer dalam waktu yang bersamaan. Berbagai perusahaan skala besar seperti Facebook dan Amazon terus berinovasi dalam menciptakan basis data dan layanan cloud yang memiliki kapasitas yang besar sehingga dapat memperkuat arsitektur TIK-nya.

5. Wearable Technology
        Wireless headset merupakan salah satu perangkat mobile yang sudah banyak digunakan saat ini. Di masa depan, diperkirakan akan semakin banyak teknologi yang bersifat wearable sebagai pengganti penggunaan perangkat lain yang sudah umum seperti smartphone. Beberapa manfaat dari teknologi ini terasa khususnya pada bisnis yang selalu berkembang setiap saat seperti bisnis retail. Penggunaanwearable display dalam bentuk gelang atau jam tangan (contoh : Samsung Galaxy Gear) akan mempermudah konsumen tanpa harus ke toko atau melakukan interaksi dengan media tradisional dalam mengetahui informasi produk dan melakukan pembelian.


6. Penggunaan robot
        Berbagai industri menggunakan robot tidak hanya untuk pekerjaan yang sulit dilakukan manusia seperti produksi otomotif melainkan juga pekerjaan sederhana dalam bidang pelayanan konsumen. Hal ini didukung dengan alasan selain biaya untuk produksi teknologi yang lebih murah dan juga lebih sederhana penerapannya dibandingkan di masa lalu. Iphone merupakan salah satu contoh yang dapat digunakan sebagai penggerak suatu robot. Dengan kemudahan ini, diperkirakan di masa depan penggunaan tenaga robot akan menggantikan tenaga manusia dalam berbagai sektor industri.

7. Business Analytics
        Merupakan kombinasi dari berbagai cara, teknologi, dan alat yang digunakan untuk mengeksplorasi berbagai data perusahaan untuk mendapatkan suatu panduan yang bisa memaksimalkan proses bisnis. Salah satu teknologi yang sangat berperan penting dalam analisis bisnis adalah Big Data. Big Data merupakan sekumpulan data dalam jumlah besar yang tidak dapat dimasukkan ke media penyimpanan data yang standar seperti data persediaan produk, data untuk indeks dalam internet, dan masukan atau feeds media sosial. Contoh aplikasi Big Data adalah Hadoop yang bersifat open-sourceyang digunakan untuk mengumpulkan indeks pencarian dari web.

Selain manfaat teknologi informasi bagi tiap tiap perusahaan sistem informasi juga mempunyai manfaat yang sangat berguna untuk tiap-tiap perusahaan diantaranya

1. Meningkatkan Efisiensi Operasional
        Investasi di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan strategi keunggulan biaya low-cost leadership.
        Dengan menanamkan investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to entry) dengan jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
2.Memperkenalkan Inovasi Dalam Bisnis
        Penggunaan ATM. automated teller machine dalam perbankan merupakan contoh yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang berlangsung beberapa tahun.
Penekanan utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan untuk menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
3.Membangun Sumber-Sumber Informasi Strategis
        Teknologi sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end users.
        Sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk membuat basis informasi strategis (strategic information base) yang dapat menyediakan informasi untuk mendukung strategi bersaing perusahaan. Informasi ini merupakan aset yang sangat berharga dalam meningkatkan operasi yang efisien dan manajemen yang efektif dari perusahaan. Sebagai contoh, banyak usaha yang menggunakan informasi berbasis komputer tentang konsumen mereka untuk membantu merancang kampanye pemasaran untuk menjual produk baru kepada konsumen.
        Fungsi dari sistem informasi tidak lagi hanya memproses transaksi, penyedia informasi, atau alat untuk pengambilan keputusan. Sekarang sistem informasi dapat berfungsi untuk menolong end user manajerial membangun senjata yang menggunakan teknologi sistem informasi untuk menghadapi tantangan dari persaingan yang ketat. Penggunaan yang efektif dari sistem informasi strategis menyajikan end usersmanajerial dengan tantangan manajerial yang besar.

Tipe Sistem Informasi
  • Sistem Pengolahan Transaksi : Mencatat kegiatan rutin harian pada usaha yang dilakukan
  • Sistem Kerja Berbasi Pengetahuan : Sistem yang dapat membantu membuat, mencipta dan mengintegrasikan pengetahuan baru kedalam organisasi
  • Sistem Otomatisasi Kantor : Sistem yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas data pekerja
  • Sistem Informasi Manajemen : Sistem yang merencanakan, mengendalikan dan mengambil keputusan melalui ringkasan laporan dan data rutin
  • Sistem Pendukung Keputusan : Sistem yang menggabungkan data, model dan alat analisis pengambilan keputusan tidak rutin
  • Sistem pendukung Executive : Sistem pendukung keputusan melalui grafik dan komunikasi
  • Penerapan Teknologi Informasi dalam Industri 
        Populasi manusia semakin bertambah setiap tahun. Dampaknya terlihat pada peningkatan kebutuhan akan pangan sehingga banyak orang yangmemutuskan untuk menjalankan bisnis di bidang makanan. Industri makanan diperkirakan merupakan sektor pendukung ekonomi di berbagai negara dengan keuntungan yang besar. Berdasarkan National Restaurant Association, sebuah organisasi pendukung dalam melakukan bisnis di bidang makanan, layanan industri makanan akan mengalamai peningkatan nilai jual yang akan melebihi angka 632 miliar dollar di masa yang akan datang. Hal ini mendorong banyak restoran akan menggunakan teknologi untuk membantu banyak aspek seperti penjualan dan pelayanan.

        Beberapa aplikasi yang sudah digunakan di berbagai restoran atau industri makanan adalah penggunaan kartu kredit untuk melakukan pembayaran dan pemesanan makanan dengan menggunakan aplikasi berbasis layar sentuh. Akan tetapi, ada beberapa teknologi yang lebih canggih telah digunakan berbagai toko yang dapat mendorong potensi berkembangnya bisnis makanan secara global. Teknologi tersebut di antara lain :

1. Mesin vendor makanan berbasis touchscreen
        Mesin vendor seperti MooBella yang menjual es krim dapat memproduksi berbagai variasi rasa es krim dalam waktu yang cepat yakni sekitar 40 detik. Contoh lainnya adalah mesin Coca-Cola’s Freestyle Soda Fountain yang dapat menghasilkan minuman dengan berbagai rasa sesuai keinginan hanya dengan satu mesin berbasis layar sentuh. Dari segi biaya, mesin ini memang tidak dapat dikatakan murah. Akan tetapi, kebutuhan masyarakat yang lebih bervariasi dari waktu ke waktu dapat mendorong daya jual produk dari mesin sehingga akan menutupi biaya pembelian mesin.

2. Pengelolaan restoran dengan aplikasi berbasis tablet pc
        Breadcrumb merupakan suatu aplikasi yang menyediakan tampilan visual dari meja, menu makanan dan bahan makanan yang digunakan, informasi pembayaran makanan, dan tiket pemesanan meja yang menggunakan perangkat berupa tablet pc. Aplikasi ini akan mengirim semua data yang dipesan pelanggan restoran langsung ke dapur sehingga akan mempermudah pelayanan dan mempercepat produksi makanan. Biaya yang harus dikeluarkan untuk menggunakan aplikasi ini berkisar antara $99 hingga $399 tanpa ada tambahan untuk setiap update aplikasi.

3. Tenaga penghasil biodiesel otomatis
        Chico, perusahaan penghasil biodiesel menciptakan sebuah prosesor BioPro untuk menciptakan bahan bakar dengan menggunakan minyak bekas baik minyak hewani maupun nabati. Hal ini tidak hanya mengaplikasikan konsep eco-friendly melainkan juga mengurangi biaya untuk menggunakan peralatan masak seperti alatpenggorengan khususnya dalam restoran siap saji. BioPro 190 merupakan prosesor yang berharga $9,995 merupakan prosesor dengan harga dan kapasitas terendah yang dapat digunakan untuk investasi restoran.

4. LED Alert Systems
        Berbagai karyawan yang berbeda bahasa dan kesibukan di dapur restoran dapat membingungkan karyawan dalam bekerja. Dengan adanya Power Soak’s Silent Alert System produksi Kansas City, Mo., karyawan dapat mengetahui waktu yang tepat untuk menggunakan beberapa peralatan masak dengan adanya sinar yang akan menyala, misalnya sistem akan memberitahukan karyawan untuk tugas-tugas yang didasarkan pada waktu seperti kapan panci telah dicuci dan siap untuk digunakan kembali.

5. Pemantauan menggunakan webcam
        Vision Enabled Training, sebuah sistem produksi Elmwood Park, dapat merekam kerja karyawan dalam persiapan makanan dan berbagai area lain untuk mendeteksi apakah ada pelanggaran terhadap peraturan kesehatan dan keselamatan kerja. Percobaan terhadap sistem ini dapat dilakukan dengan menggunakan tanda pengenal karyawan yang dilengkapi alat transmisi untuk memberitahukan sistem apakah karyawan menggunakan sarung tangan ketika menyiapkan makanan atau tidak. Hal ini penting bagi pihak manajemen untuk memutuskan kapan pelatihan pelayanan diperlukan.

Penerapan Sistem Informasi dalam Industri

        Untuk mencegah munculnya kesalahpahaman informasi, informasi diorganisasikan ke dalam suatu bentuk yang terstruktur yang disebut dengan sistem informasi. Di industri perhotelan, sistem informasi yang digunakan bertujuan untuk menciptakan informasi dalam berbagai level manajemen perhotelan. Di era globalisasi, teknologi sangat dibutuhkan untuk mendapatkan daya saing dengan industri lain. Selain itu, industri juga membutuhkan suatu metode untuk pengambilan data, pengelolaan arus informasi, pengolahan data menjadi informasi, dan pelayanan kepada pengguna.

Untuk mempermudah pembagian sistem informasi, maka ada beberapa tipe atau kelas yang dapat digunakan di antaranya :

1. Transaction Processing Systems (TPS)
        Merupakan dasar dari sistem informasi yang menyediakan dukungan terhadap transaksi bisnis atau disebut juga dengan level operasional. Di hotel, sistem ini berperan menyiapkan, memproses, mengirim, dan menerima reservasi dari tamu, persiapan dokumen pembayaran, pemantauan persediaan kamar, pengelolaan daftar produk dan layanan yang digunakan tamu, dan hal-hal berbasis operasi lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan utama sistem ini adalah menciptakan informasi sebagai pendukung tipe sistem informasi yang lain.

2. Management Information Systems (MIS)
        Ditujukan kepada manajemen bagian tengah yang menyediakan manajer informasi yang telah dibuat dan dikategorikan dari TPS. Sistem ini mengamankan laporan dan akses langsung ke data transaksi hotel yang sekarang dan yang lampau. Fitur utama sistem ini adalah mendukung pengenalan keputusan bisnis dengan menggunakan prosedur-prosedur, peraturan pembuatan keputusan, dan arus informasi yang berkaitan telah didefinisikan sebelumnya.

3. Managerial Support Systems (MSS)
        Mendukung aktivitas manajemen seluruh level pembuatan keputusan yang terbagi menjadi 3 :

4. Decision Support Systems (DSS)
        Menyediakan dukungan untuk masalah-masalah yang belum tentu kepastiannya, misalnya : Apakah konsekuensi dari pengurangan karyawan hotel sebanyak 10 orang?. Sistem ini biasanya digunakan untuk manajer tingkat menengah dan atas.

5. Group Decision Support Systems (GDSS)
        Memperluas konsep DSS dengan menggunakan alat komunikasi khusus seperti presentasi dengan menggunakan slide dan video conference untuk sekelompok manajer. Kelebihan GDSS berada pada kenyataan bahwa semakin banyak partisipan (dalam hal ini manajer) semakin banyak informasi yang bisa didapat untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat.

6. Expert Systems (ES)
        Merupakan bagian kecerdasan buatan yang digunakan untuk menyelesaikan masalah di tingkat yang lebih kompleks. Sistem ini menerapkan pengetahuan dan dapat memahami serta mengadaptasi berbagai kemungkinan masalah yang dapat terjadi dalam proses bisnis. Tidak seperti DSS, ES dapat menjawab setiap masalah yang muncul.

7. Execute Support Systems (ESS)
        Menyediakan informasi yang dibutuhkan manajer tingkat atas dalam proses pengambilan keputusan yang tidak bisa ditemukan di tipe sistem informasi yang lain seperti penetapan harga kamar hotel, jumlah tamu hotel per tahun, pesaing hotel, dan lain sebagainya. Sistem ini memungkinkan akses pencarian di basis data secara individu dan disertakan dengan tampilan visual yang lebih baik.

8. Office Automaton Systems (OAS)
        Menyediakan dukungan untuk berbagai aktivitas bisnis dan fungsi manajemen di seluruh tingkat pembuatan keputusan dalam perusahaan. Teknologi yang digunakan sistem ini bervariasi mulai dari pemrosesan dokumen (pemrosesan teks dan gambar), komunikasi (e-mail), telekonferensi, dan sistem pendukung lain seperti job organizer.

        Jadi sebenarnya teknologi informasi digunakan sebagai alat untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan sistem informasi untuk membantu para pengambil keputusan untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Keduanya memiliki peran yang dapat mendukung perkembangan industri dan penghasilan negara jika didukung oleh sistem, infrastruktur peralatan teknologi informasi dan sumber daya manusia yang memadai.